Menu

Recent site activity

C. Laporan Keuangan dan Pengakunan



Catatan disni merupakan ringkasan buku "Akuntansi Pengantar 1 Berbasis Matematika" yang di tulis oleh : Dr. Sonny Warsono, Arif Darmawan, dan M. Arsyadi Ridha. Buku ini sangat mudah untuk dimengerti, bahkan saya pun yg lulusan S1 Fisika, dapat dengan mudah mencerna isi buku ini :), silahkan cari buku ini di toko buku terdekat. 



financial statement (or financial report) is a formal record of the financial activities of a business, person, or other entity. In British English—including United Kingdom company law—a financial statement is often referred to as an account, although the term financial statement is also used, particularly by accountants. - Wikipedia




Tujuan  Pembelajaran 

  1. Memahami 2 (prinsip) akuntansi yang disebut Periodisasi (periodicity) dan Kelangsungan Usaha (going concern)
  2. Mengidentifikasi 4 (empat) jenis laporan keuangan 
  3. Mengenali hubungan antar jenis laporan keuangan 
  4. Mengidentifikasi elemen-elemen dan akun-akun laporan keuangan 
  5. Memahami arti penting pengakunan di di akuntansi 
  6. Mengenali akun-akun aset, utang dan ekuitas
  7. Mengenali akun-akun biaya dan pendapatan
  8. Mengenali akun laba/rugi dan pendistribusian ekuitas 
  9. Memahami pengklasifikasian akun-akun akuntansi
  10. Mendemonstrasikan aplikasi persamaan akuntansi berbasis akun



PABU : Periodisasi & Kelangsungan Usaha


Periodisasi (periodicity)


Kelangsungan Usaha (going concern)


Jenis-Jenis Laporan Keuangan 

Laporan Laba/Rugi (Income Statement)

Terdapat dua bentuk laporan laba/rugi, yaitu :
  1. Laporan tunggal (single-step) : laporan laba/rugi disajikan dengan cara menjumlahkan semua pendapatan dan menguranginya dengan semua biaya (tanpa memisahkan antara perhitungan laba dari kegiatan operasional dan laba dari kegiatan non-operasional). 

  2. Langkah bertahap  (multiple step) : laporan laba/rugi disusun dalam beberapa kelompok sesuai jenis pendapatan dan biayanya. Pada kelompok pertama, perusahaan menghitung laba/rugi yang diperoleh dari kegiatan operasional (selisih antara pendapatan operasional dan biaya operasional), Selanjutnya perusahaan menghitung laba/rugi yang diperoleh dari kegiatan operasional. 
Wikipedia [1] menjelaskan lebih jauh langkah bertahap ini, karena langkah inilah yang sering digunakan oleh perusahaan berbentuk PT. 

Unsur-unsur laporan biasanya terdiri dari [1] :
  • Pendapatan dari penjualan
    • Dikurangi biaya penjualan
  • Laba/rugi kotor 
    • Dikurangi biaya operasi 
  • Laba/rugi operasi
    • Ditambah atau dikurangi pendapatan/pengeluaran lain
  • Laba/rugi sebelum pajak
    • Dikurangi biaya pajak
  • Lana rugi bersih
Contoh Laporan [1] : 
                          - LAPORAN LABA/RUGI -
                           per 31 Desember 2008

                                             
  Pendapatan dari penjualan              Rp.                99.980.000
  Harga Pokok Penjualan                  Rp.                25.000.000
                                                            ---------- (-)
  Laba Kotor                                                74.990.000

  Biaya Operasional:
  - Biaya Pemasaran                      Rp.  5.000.000
  - Biaya Administrasi & Umum            Rp.  1.250.000
                                              --------- (+)
                                                             6.250.000
                                                            ---------- (-)
  Laba Usaha                             Rp.                68.740.000
  Pendapatan Lain-lain                   Rp.                   125.000
                                                            ---------- (+)
  Laba sebelum Bunga dan Pajak           Rp.                68.865.000
  Bunga                                  Rp.                   199.000
                                                            ---------- (+)
  Laba sebelum Pajak                     Rp.                69.064.000
  Pajak                                  Rp.                 1.275.000
                                                            ---------- (-)
  Laba Bersih                            Rp.                67.789.000
                                                            ==========              

Neraca /Laporan Posisi Keuangan (Balance Sheet)

Neraca, menyajikan informasi pada tanggal tertentu tentang aset yang dikuasi oleh perusahaan dan sumber pendanaan terhadap aset tersebut baik yang berasal dari utang maupun ekuitas. Sesuai dengan neracanya, laporan ini terdisi dari dua sisi, sisi kiri (debet) dan sisi kanan (kredit). Informasi tentang aset biasanya ada disebelah kiri sedangkan informasi tentang utang dan ekuitas biasanya berada pada sebelah kanan. Berikut ada contoh sebuah neraca [2] :

 

Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Change in Equity)

Laporan perubahan ekuitas menyajikan informasi keuangan tentang perubahan ekuitas perusahaan selama satu periode. Laporan ini memberikan informasi bagi investor tentang fluktuasi perubahan ekuitas, baik yang berupa penambahan setoran modal pemilik, penambahan laba ditaham, pendistribusian ekuitas ke pemilik, dsb. 

Contoh Laporan Perubahan Ekuitas adalah sebagai berikut :
                          - LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (dalam Rp) - Untuk Periode Juni 2008
                                                   PT. Pay it Forward Company

                                             
  Ekuitas, saldo per 1 Juni 2008         Rp.                45.000.000,-
     Laba ditahan, 1 Juni                Rp           0
     Laba (Rugi) bersih untuk bulan Juni Rp.  1.765.000,-            
                                              ---------- (+)
     Total                               Rp.   1.765.000
     (-)Dividen                                (600.000)
                                              ---------- (+)
     Laba ditahan, 30 Juni               Rp                  1.165.000,-
                                                           ---------------(+)
  Ekuitas, saldo per 30 Juni 2008        Rp                 46.165.000,-                    

Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)

Laporan arus kas (Inggris: cash flow statement atau statement of cash flows) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan (Wikipedia). 

Laporan arus kas dikelompokkan menjadi 3 aktivitas [3]: 
  1. Aktivitas operasional,
    Melibatkan pengaruh kas dari transaksi yang dilibatkan dalam penentuan laba bersih, seperti penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa, serta pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan untuk memperoleh persediaan serta membayar beban.
  2. Aktivitas investasi
    Umumnya melibatkan aktiva jangka panjang dan mencangkup (a) pemberian serta penagihan pinjaman, dan (b) perolehan serta pelepasan investasi dan aktiva produktif jangka panjang.
  3. Aktivitas pendanaan
    melibatkan pos-pos kewajiban dan ekuitas pemegang saham serta mencangkup (a) perolehan kas dari kreditor dan pembayaran kembali pinjaman, serta (b) perolehan modal dari pemilik dan pemberian tingkat pengembalian atas, dan pengembalian dari investasinya.
Contoh Laporan Arus Kas :

 Aliran kas yang berasal dari kegiatan operasi :    
Penerimaan dari :
   
 Pendapatan jasa penilaian 
 500.000,-  
 Diterima dimuka jasa penilaian
 350.000,-  
 Pelunasan piutang usaha
 5.200.000,-  
 Aliran masuk kas dari operasi
   6.050.000,-
     
 Pengeluaran untuk :
   
 Pembayaran dimuka untuk asuransi
 (1.200.000,-)  
 Biaya iklan
 (240.000,-)  
 Biaya iklan
 (2.500.000,-)  
 Biaya habis pakai
 (940.000,-)  
 Utilitas-listrik
 (90.000,-)  
 Aliran keluar kas untuk kegiatan operasi
  (4.970.000,-) 
 Aliran kas bersih dari dari kegiatan operasi
   1.080.000,-
     
 Aliran kas yang berasal dari kagiatan investasi    
 Tanah dan gedung
 (10.000.000,-)  
 Peralatan kantor 
 (5.000.000,-)  
 Aliran keluar kas neto untuk kegiatan investasi
  (15.000.000,-) 
     
 Aliran kas yang berasal dari kegiatan pendanaan    
 Setoran modal
 45.000.000,-  
 Dividen
 (600.000,-)  
 Aliran masuk kas neto untuk kefiatan pendanaan
   44.400.000,-
     
 Saldo, 30 Juni 2008    30.480.000,-

Hubungan Antar Jenis Laporan Keuangan 


Elemen dan Akun Laporan Keuangan 

Laporan keuangan dibangun dari 7 elemen, yaitu :
  1. Aset
  2. Utang
  3. Ekuitas
  4. Pendapatan
  5. Biaya
  6. Laba/Rugi
  7. Pendistribusian Ekuitas
Akun, adalah komponen suatu elemen laporan keuangan.

Akun-Akun Aset

Akun-akun aset (assets) berdasarkan tingkat kelancaran (likuiditas) dibagi menjadi : 
  1. Aset Lancar (current assets)
    Contoh : Kas, piutang, sediaan, bahan habis pakai, dan biaya dibayar dimuka (prepaid expenses)

  2. Aset tidak lancar (non-current assets)
    • Investasi jangka panjang
    • Aset tetap berwujud
      • Aset tetap berwujud yang dapat disusutkan (depreciable fixed assets)
      • Aset tetap berwujud yang tidak dapat disusutkan (undepreciable fixed assets)
    • Aset tidak berwujud (intangible assets)
    • Aset lain-lain
Penjelasan akun-akun aset :

 NAMA AKUN      KETERANGAN
Aset Lancar (Current Assets)
 Kas  
 Surat-surat berharga  
 Piutang  
 Sediaan  
 Bahan habis pakai   
 Perlengkapan  
 Biaya dibayar dimuka  
Aset Tidak Lancar (Non-current Assets)
 Investasi jangka panjang  
 Tanah  
 Bangunan  
 Peralatan  
 Merek Dagang  

Akun-Akun Utang dan Ekuitas

Sama dengan akun-akun pendapatan, berdasarkan likuiditasnya, akun utangpun dibagi menjadi dua, utang lancar dan utang lancar. 

 NAMA AKUN  KETERANGAN
Utang Lancar (Current Liabilities)
 Utang usaha/dagang  
 Utang wesel  
 Utang pajak penghasilan  
 Diterima dimuka pendapatan sewa  
 Utang obligasi yang jatuh tempo  
Utang Jangka Panjang/Tidak Panjang (Non-current liablities)
 Utang obligasi      
 Utang hipotek  

Berikut adalah contoh beberapa akun ekuitas :

 NAMA AKUN KETERANGAN 
 Modal Tuan Dwi Guna      
 Modal saham  
 Agio saham  
 Laba ditahan  

Akun-Akun Biaya dan Pendapatan 

Contoh akun biaya. 

 NAMA AKUN KETERANGAN 
Biaya Operasional (Expenses)
 Biaya gaji  
 Biaya utilitas Pengeluaran untuk biaya listrik, air, telepon, dan yang sejenis 
 Harga pokok penjualan  
 Biaya penyusutan  
 Biaya asuransi  
Biaya Non-Operasional (Other expenses and Loses)
 Kerugian penjualan aset tetap  
 Kerugian akibat banjir  

Untuk akun pedapatan pun sama dengan akun biaya, dibagi menjadi dua kelompok, biaya operasional dan biaya non operasional.


 NAMA AKUN KETERANGAN 
Pendapatan Operasional (Revenue)
Penjualan Pendapatan yang berasal dari penjualan barang dagangan
Pendapatan usaha Pendapatan yang berasal dari kegiatan jasa
Pendapatan sewa gudang  
Pendapatan Non-Operasional 
 Pendapatan bunga bank  
 Keuntungan penjualan aset tetap  

Akun Laba/Rugi Dan Pendistribusian Ekuitas

Elemen Laba/Rugi --> Akun Ikhtisar Laba/Rugi (ILR)
Elemen Pendistribusian Ekuitas --> Akun Dividen

Pengklasifikasian Akun

Berdasarkan penempatannya di laporan keuangan, akun-akun dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu :
  1. Akun neraca,
  2. Akun laba/rugi, dan 
  3. Akun Ekuitas
Sedangkan berdasarkan sifat keberadaanya akun dibgai menjadi 
  1. Akun Permanen, dan 
  2. Akun sementara

Aplikasi Persamaan Akuntansi Berbasis Akun

Ingat PAE Matematika : 

ASET + BIAYA + DIVIDEN = UTANG + EKUITAS + PENDAPATAN .....  PAE MATEMATIKA

 Jan ASET BIAYA DISTRIBUSI EKUITAS UTANG EKUITAS PENDAPATAN
   KAS        PIUTANG

USAHA
BAHAN
HABIS
PAKAI

DIBAYAR 
DIMUKA 
BIAYA 
ASURANSI


PERALATAN 
KANTOR
GAJI  UTILITAS ADMINISTRASI DIVIDEN UTANG
USAHA
UTANG 
UTILITAS
MODAL 
SAHAM
SEWA GEDUNG


KOMISI
 01 (+)100.000                     (+)100.000    
 02         (+)5.000              (+) 5.000     
 03 (-) 1.000    (+)1.000                       
 04         (+)4.000          (+)4.00 0        
 05 (-) 4.000                  (-)4.000        
 16 (-)1.500           (+)1.500                
 17             (+)100         (+)100      
 18  (+)3.000                       (+)3.000   
 Jun                            
 03 (-)1.200       (+)1.200                    
 04 (-)2.500           (+)2.500                
 05    (+)5.000                       (+)5000 
 16 (-)1.000                 (+)1.000          
 17 (-) 75             (+) 75              
 28         (+)10.000          (+)10.000        
 29 (-150)               (+)150            
 Tot.  91.575 5.000  1.000  1.200  19.000  4.000  175  150  1000  10.000  100  105.000  3.000  5.000 
 Tot  123.100  123.100


Referensi :

[1] Laporan Laba/rugi, Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_laba/rugi
Comments