G. Akuntansi Akhir Periode 1: Daftar Saldo & Pencatatan Penyesuai

 


Catatan disni merupakan ringkasan buku "Akuntansi Pengantar 1 Berbasis Matematika" yang di tulis oleh : Dr. Sonny Warsono, Arif Darmawan, dan M. Arsyadi Ridha. Buku ini sangat mudah untuk dimengerti, bahkan saya pun yg lulusan S1 Fisika, dapat dengan mudah mencerna isi buku ini :), silahkan cari buku ini di toko buku terdekat. 


Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi siklus akuntansi akhir perioda dalam rangka penyusunan laporan keuangan 
  2. Mempelajari fungsi dan bentuk neraca lajur
  3. Mempelajari beberapa prinsip yang dianut akuntansi, yaitu akrual, penandingan, konservatisma, dan analisis manfaat vs biaya dalam kaitannya dengan pencatatan penyesuai (adjusting entries)
  4. Mempelajari arti penting daftar saldo dan langkah-langkah pembuatan daftar  saldo 
  5. Mempelajari arti penting pencatatan penyesuai
  6. Mengenali jenis-jenis transaksi yang lazimnya memerlukan pencatatan penyesuai
  7. Mengenali tipe-tipe kesalahan, dan mendemonstrasikan pencatatan koreksi
  8. Mendemonstrasikan aplikasi pencatatan penyesuai
  9. Memahami manfaat dan langkah-langkah pembuatan daftar saldo sesuaian 
  10. Mendemonstrasikan pembuatan neraca lajur 12 kolom dan 10 kolom

PABU : Akrual, Penandingan, Konservatisma, Dan Analisis Manfaat & Biaya


Pencatatan Berbasis Akrual


Penandingan Cost dengan Pendapatan (Matching Cost with Revenue)


Konservatisma (Conservatism)


Analisis Manfaat & Biaya (Cost and Benefit Analysis)


Siklus Akuntansi Akhir Perioda 


Neraca Lajur (worksheet)

Neraca lajur (worksheet) adalah kertas kerja yang berbentuk kolom-kolom (lajur) yang digunakan untuk menampung rangkuman transaksi-transaksi rekening buku besar beserta
penyesuaiannya sehingga dihasilkan suatu laporan keuangan. Neraca lajur digunakan agar dalam menyusun laporan keuangan dapat lebih sistematis dan meminimkan kesalahan dalam menyusun laporan keuangan. Neraca lajur tidak bersifat formal dan hanya untuk intern saja sehingga tidak perlu diberikan ke pihak lain. Dalam neraca lajur, saldo rekening-rekening buku besar disesuaikan, diseimbangkan dan disusun menurut cara-cara yang sesuai dengan penyusunan rekening-rekening dalam laporan keuangan.
Pemakaian neraca lajur juga dapat menunjukkan bahwa prosedur-prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun laporan keuangan telah dilaksanakan seluruhnya.[1]

Neraca lajur diakuntansi yang dilakukan secara manual sangat diperlukan, tetapi jika akuntansi sudah dilakukan secara komputerisasi maka neraca lajur biasanya tidak selalu dibuat. 

Berdasarkan jumlah kolomnya, terdapat beberapa bentuk neraca lajur :
  1. Neraca lajur 8 kolom
  2. Neraca lajur 10 kolom
  3. Neraca lajur 12 kolom
  4. Neraca lajur 14 kolom
Neraca lajur yang umum digunakan dalam literatur akuntansi adalah neraca lajur 10 kolom. 

Neraca lajur 10 kolom terdiri dari : 
  • Daftar saldo (2 kolom)
  • Pencatatan penyesuai (2 kolom)
  • Daftar saldo sesuaian (2 kolom)
  • Laba/rugi (2 kolom)
  • Neraca (2 kolom)
Untuk Neraca lajur 12 kolom, ada 2 kolom tambahan, yaitu :
  • Pencatatan penutup (12 kolom)

Pembuatan Daftar Saldo (Trial Balance)

Daftar saldo (trial balance) adalah daftar yang berisi saldo (selisih antara total debet dan total kredit) setiap akun yang terdapat di buku besar utama (general ledger) pada tanggal tertentu. Tujuan membuat daftar saldo adalah mengetahui saldo masing-masing akun dan mengecek terjaganya keseimbangan persamaan akuntansi. 

Berbekal akun-akun yang terdapat pada buku besar utama, berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membuat daftar saldo :
  1. Menghitung saldo (selisih antara total debet dan kredit) setiap akun di buku besar utama. Jika total debet lebih besar daripada total kredit maka akun bersaldo debet dan sebaliknya. 
  2. Menuliskan nama-nama akun elemen aset, utang, ekuitas, pendapatan dan biaya secara berurutan sebagaimana terdapat di buku besar utama dan mencantumlan saldo masing-masing akun tersebut. 
  3. Menghitung total kolom debet dan kolom kredit, dan meyakinkan bahwa total kolom debet dan kredit adalah seimbang. 
Berikut adalah contoh daftar saldo yang telah disusun (untuk detail akun-akun di buku besarnya, silahkan lihat di buku [2], hal 118) :
 NAMA AKUN DEBET (Rp) KREDIT (Rp)
 Kas 30.480.000 
 Piutang Usaha 6.800.000 
 Dibayar dimuka biaya asuransi 1.200.000 
 Bahan habis pakai 940.000 
 Peralatan kantor 12.000.000 
 Tanah 20.000.000 
 Bangunan
 70.000.000
 
 Utang usaha  7.000.000
 Diterima  dimuka pendapatan jasa  penilaian  350.000
 Utang jangka panjang  80.000.000
 Modal saham  45.000.000
 Dividen 600.000 
 Pendapatan komisi  12.000.000
 Pendapatan jasa penilaian  500.000
 Biaya gaji 2.500.000 
 Biaya utilitas 90.000 
 Biaya iklan 240.000 
  144.850.000 144.850.000

Pencatatan Penyesuai  (Adjusting entries)

Pencatatan penyesuai adalah pencatatan akuntansi yang dibuat pada akhir perioda dalam rangka penyusunan laporan keuangan. Pencatatan penyesuai ini dimaksudkan agar laporan keuangan menyajikan informasi yang sesungguhnya terjadi, mengikuti PABU. 

Jenis-Jenis Transaksi yang Perlu Pencatatan Penyesuai

Beberapa jenis transaksi yang lazimnya memerlukan pencatatan penyesuaian adalah sebagai berikut :
  1. Pengakuan biaya penyusutan
  2. Pengakuan biaya bahan baku habis pakai
  3. Pengakuan sebagian biaya dibayar dimuka yang berubah menjadi biaya
  4. Pengakuan biaya yang belum dibayar kas
  5. Pengakuan sebagaian pendapatan diterima dimuka yang berubah menjadi pendapatan 
  6. Pengakuan pendapatan yang belum diterima kas
  7. Pengakuan biaya karena resiko piutang tak tertagih

Pencatatan Pengoreksi 

Jila terjadi kesalahan pencatatan yang baru diketahui pada akhir periode maka harus dilakukan pencatatan pengoreksi bersamaan dengan dilakukannya pencatatan penyesuai. 

Beberapa jenis kesalahan yang mungkin terjadi, yaitu :
  1. Lupa mencatat
  2. Salah penulisan rupiah 
  3. Salah penggunaan nama akun
  4. Kombinasi kesalahan

Aplikasi Pencatatan Penyesuai


Pembuatan Daftar Saldo Sesuaian 


Pemanfaat Neraca Lajur


[2] Akuntansi Pengantar 1 Berbasis Matematika, Dr. Sony Warsono, MAFIS, Akuntan, Arif Darmawan,SE, M. Arsyadi Ridha, SE







Comments