I. Akuntansi Di Perusahaan Dagang: Praktik Bisnis & Akuntansinya



Catatan disni merupakan ringkasan buku "Akuntansi Pengantar 1 Berbasis Matematika" yang di tulis oleh : Dr. Sonny Warsono, Arif Darmawan, dan M. Arsyadi Ridha. Buku ini sangat mudah untuk dimengerti, bahkan saya pun yg lulusan S1 Fisika, dapat dengan mudah mencerna isi buku ini :), silahkan cari buku ini di toko buku terdekat. 


  1. Mengenali jenis-jenis perusahaan
  2. Memahami karakteristik perusahaan dagang
  3. Memahami ketentuan tentang perpindahan hak kepemilikan atas barang dagangan
  4. Memahami ketentuan tentang pembayaran di bisnis/perdagangan
  5. Memahami ketentuan tentang potongan harga & potongan kuantitas
  6. Memahami ketentuan tentang retur dan dan keringanan harga 
  7. Mengenali perbedaan metoda pencatatan : Periodik vs Perpetual
  8. Mengidentifikasikan komponen-komponen cost (harga perolehan) barang dagangan dan harga pokok penjualan (HPP)
  9. Mengenali sistem penentuan HPP barang dagangan (costing system)
  10. Mengenali penentuan laba bruto & penyusunan laporan laba/rugi perusahaan dagang

Jenis-Jenis Perusahaan

  1. Perusahaan Jasa
  2. Perusahaan Dagang
  3. Perusahaan Manufaktur

Karakteristik Perusahaan Dagang

Karakteristik perusahaan dagang adalah :
  1. Transaksi jual-beli barang dagangan merupakan aktivitas utama perusahaan
  2. Barang yang diperjual-belikan lazimnya memiliki perioda tidak lebih dari 1 tahun
  3. Perusahaan lazimnya memiliki sediaan barang dagangan
  4. Terdapat biaya yang terkait langsung dengan pendapatan, yaitu antara  biaya untuk pemerolehan barang-dagangan dan pendapatan dari penjualan barang dagangan

Ketentuan tentang Penyerahan Hak Kepemilikan Barang Dagangan


Terdapat dua ketentuan yang lazim terakit dengan penyerahan hak kepemilikan barang dagangan, yaitu :
  1. FOB (free on board) shipping point : penyerahan kepemilikian dilakukan di gudang penjual, dan biaya pengiriman ditanggun oleh pembeli
  2. FOB (free on board) destination : penyerahan kepemilikian dilakukan di gudang pembeli, dan biaya pengiriman ditanggung oleh penjual

Ketentuan Tentang Pembayaran Kredit

Beberapa ketentuan yang lazim digunakan : 
  1. 2/10, m/30 (baca: dua-sepuluh, n-tigapuluh), ketentuan yang menyatakan bahwa potongan harga akan diberikan sebesar 2% apabila pembeli melunasi utang dalam jangka
    waktu 10 hari, dan pembeli harus melunasi hutang dalam waktu 30 hari sejak terjadi transaksi jual-beli
  2. 2/10, EOM (end-of-month) : ketentuan yang menyatakan bahwa potongan harga akan diberikan sebesar 2% apabila pembeli melunasi utang dalam jangka waktu 10 hari, dan pembeli harus melunasi pada tanggal terakhir di bulan terjadinya transaksi 

Potongan Kuantitas dan Potongan Harga dan Kuantitasnya

Terdapat dua macam potongan harga, yaitu :
  1. Potongan kuantitas (quantity discount) : Diberikan kepada pembeli karena melakukan pembelian dalam jumlah yang banyak
  2. Potongan dagang (trade discount) : Diberikan kepada kelompok pelanggan tertentu karena misalnya merupakan pelanggan loyal, pelanggan baru, dsb. 

Ketentuan tentang Retur dan Keringanan Harga

Terkait dengan kepuasan pelanggan, jika ada barang dagangan yang dikirim rusak atau tidak sesuai dengan pesanan, maka pembeli dapat melakukan hal sebagai berikut :
  1. Mengembalikan (retur) barang dagangan tersebut ke penjual
  2. Meminta keringanan harga kepada penjual jika barang dagangan yang diterima tidak sesuai dengan pesanan

Pencatatan Akuntansi atas Barang Dagangan

Perbedaan utama antara perusahaan dagang dan perusahaan jasa adalah terjadinya transaksi jual beli barang dagangan. Pebedaan akuntansi di perusahaan dagang dan perusahaan jasa meliputi tiga hal sebagai berikut :
  1. Penyediaan informasi keuangan tentang sediaan barang dagangan dan tentang harga pokok penjualan barang dagangan (cost of goods sold).
  2. Penyediaan informasi keuangan tentang laba bruto (gross profit)
  3. Penyediaan informasi keuangan tentang detail transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan
Terdapat dua metoda pencatatan akuntansi untuk penyediaan informasi keuangan tentang sediaan barang dagangan dan tentang harga pokok penjualan barang dagangan, yaitu :
  1. Metode periodik (disebut juga metode fisik) 
  2. Metode perpetual (disebut juga dengan metode kontinyu)
Perbedaan antara metode periodik dan metode perpetual  

 NoDasar Perbedaan Metode Perpetual Metode Periodik 
 1 Dasar pencatatan Setiap transaksi jual beli barang dagangan di catat di akun Sediaan Barang DaganganPencatatan akun Sediaan Barang Dagangan hanya di akhir perioda melalui pencatatan penyesuai 
 2 Transaksi pembelian Akun Sediaan Barang Dagangan bertambahAkun Pembelian bertambah 
 3 Transaksi retur & keringanan harga pembelian  Akun Sediaan Barang Dagangan berkurangAkun retur dan keringanan pembelian bertambah 
 4 Transaksi potongan pembelian Akun sediaan barang dagangan berkurangAkun potongan pembelian bertambah 
 5 Transaksi pembayaran biaya angkut pembelian  Akun sediaan barang dagangan bertambahAkun biaya angkut pembelian bertambah 
 6Transaksi penjualan  Akun penjualan bertambah
 Akun sediaan barang dagangan berkurang
 Akun harga pokok penjualan bertambah
 Akun penjualan bertambah
 Tidak ada pencatatan ke akun sediaan barang dagangan dan harga pokok penjualan 
 7Transaksi retur & keringanan penjualan  Akun sediaan barang dagangan bertambah 
 Akun harga pokok penjualan berkurang
 Akun retur dan keringanan penjualan bertambah
 Akun retur dan keringanan penjualan bertambah 
 8 Jurnal penyesuaian Tidak ada pencatatan penyesuai
(asumsi : tidak ada barang dagangan rusak)
Terdapat pencatatan penyesuai atas akun sediaan barang dagangan dan pemunculan akun Harga Pokok Penjualan 

Penentuan Harga Perolehan dan Harga Pokok Penjualan 

Harga perolehan barang dagangan lazimnya meliputi :
  1. Harga beli bersih (harga beli dikurangi potongan penjualan, dan retur & keringanan pembelian)
  2. Biaya angkut pembelian dan biaya-biaya lain yang ditanggung perusahaan sebagai pembeli
Selama barang dagangan belum terjual maka ia dianggap sebagai perusahaan, dan ketika terjual, maka aset tersebut menjadi biaya yang disebut harga pokok penjualan (HPP).

Penghitungan HPP adalah sebagai berikut :
  1. Sediaan awal periode barang dagangan (+)
  2. Pembelian selama satu periode (+)
  3. Potongan pembelian selama satu periode (-)
  4. Retur dan keringanan pembelian (-)
  5. Biaya angkut pembelian selama 1 periode (+)
  6. Sediaan akhir periode barang dagangan (-)
Contoh perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) :

 1Sediaan awal, 01/01/07  100.000.000 
 2Pembelian 520.000.000  
 3(-) Potongan Pembelian (25.000.000)  
 (-) Retur & Pengurangan Pembelian (5.000.000)  
  Harga Beli Bersih490.000.000  
 5(+) Biaya Angkut Pembelian 10.000.000  
  Harga Perolehan BD yang Dibeli 1 Perioda 500.000.000 
  Barang Dagangan Siap Dijual untuk 1 Perioda 600.000.000 
 6(-) Sediaan Akhir, 31/12/07  (75.000.000) 
  Harga Pokok Penjualan 525.000.000 

Sistem Penentuan Cost (Harga Pokok Penjualan)

Terdapat sedikit nya 4 metode untuk menghitung harga pokok penjualan :

  1. FIFO (First In First Out) : Diasumsikan bahwa barang dagangan yang pertama kali masuk (dibeli) adalah barang dagangan yang pertama kali keluar (dijual)
  2. LIFO (Last In First Out) : Diasumsikan bahwa barang dagangan yang terakhir kali masuk (dibeli) justru barang dagangan yang pertama kali keluar (dijual)
  3. Simple Average : Diasumsikan bahwa harga pokok barang dagangan yang dijual adalah sebesar rata-rata dari harga perolehan barang dagangan yang dibeli
  4. Spesific Identification
  5. Weighhted Average : Diasumsikan bahwa harga pokok barang dagangan yang dijual adalah sebesar rata-rata dari total harga perolehan barang dagangan yang dibeli. 

Laba Bruto dan Laporan Laba/Rugi

Laba bruto atau margin bruto (gross profit/gross margin) adalah selisih antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan (HPP).

Contoh laporan laba/rugi di perusahaan dagang :

 Penjualan720.000.000  
 (-) Retur & pengurangan penjualan(14.000.000)  
 (-) Potongan penjualan(6.000.000)  
 Penjualan Bersih 700.000.000 
 (-) Harga pokok penjualan (525.000.000) 
 Laba bruto 175.000.000 
 (-) Biaya operasional  (57.000.000) 
 Laba operasional 118.000.000 
 Pendapatan lain-lain10.000.000  
 (-) Biaya lain-lain(5.000.000)  
 Laba (Rugi) Operasional 5.000.000 
 Laba (Rugi bersih) 123.000.000 






Comments