K. Akuntansi di Perusahaan Dagang: Pencatatan Berbasis Metoda Perpetual



Catatan disni merupakan ringkasan buku "Akuntansi Pengantar 1 Berbasis Matematika" yang di tulis oleh : Dr. Sonny Warsono, Arif Darmawan, dan M. Arsyadi Ridha. Buku ini sangat mudah untuk dimengerti, bahkan saya pun yg lulusan S1 Fisika, dapat dengan mudah mencerna isi buku ini :), silahkan cari buku ini di toko buku terdekat. 



Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenali karakteristik pencatatan metoda perpetual
  2. Mengidentifikasi akun-akun yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang dagangan untuk perusahaan yang menggunakan metode perpetual
  3. Mengenali penjurnalan transaksi pembelian barang dagangan dan transaksi pengakuan biaya angkut pembelian di metode perpetual
  4. Mengenali penjurnalan transaksi potongan pembelian, transaksi retur, dan keringanan pembelian dan transaksi pembayaran utang dagang di metoda perpetual
  5. Mengenali penjurnalan transaksi penjualan dan dan transaksi biaya pengiriman barang dagangan yang ditanggung penjual di metoda perpetual
  6. Mengenali penjurnalan transaksi potongan penjualan, transaksi retur & keringanan penjualan dan transaksi pelunasan piutang dagang di metode perpetual
  7. Mengerti proses penyusunan laporan keuangan di perusahaan dagang yang menggunakan metoda perpetual 
  8. Mendemonstrasikan pencatatan (penjurnalan dan pemindah-bukuan) berbasis metoda perpetual di perusahaan dagang
  9. Mendemonstrasikan penyusunan laporan keuangan di perusahaan dagang berbasis metoda perpetual di perusahaan dagang
  10. Mendemonstrasikan penggunaan neraca  lajur 12 dan 10 kolom di metoda perpetual

Karakteristik Metoda Perpetual


Akun-Akun yang Digunakan Di Metoda Perpetual

  1. Sediaan Barang Dagangan : akun riil (elemen aset) bersaldo debet untuk mencatat perubahan yang terjadi di sediaan barang dagangan. Menggunakan metoda perpetual, akun ini berubah dinamis karena setiap terjadi transaksi yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang dagangan  dicatat di akun Sediaan Barang Dagangan ini. 
  2. Utang Dagang : akun riil (elemen utang) bersaldo kredit untuk membayar transaksi pembelian barang dagangan dengan cara kredit
  3. Penjualan : akun nominal bersaldo kredit
  4. Potongan penjualan : akun kontra dari akun penjualan
  5. Retur & Keringanan Penjualan : akun kontra dari akun penjualan 
  6. Biaya Angkut Penjualan : akun nominal bersaldo debet. Akun ini diperlakukan sebagai biaya operasional, dan tidak mengurangi penjualan dalam penentuan laba bruto karena pengeluaran biaya ini dianggap sebagai bagian untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan sehingga pengeluaran biaya ini kurang mengkait spesifik pada transaksi tertentu
  7. Piutang Dagang :  akun riil (elemen aset) bersaldo debet
  8. Cadangan kerugian piutang tak tertagih : akun kontra dari akun piutang dagang
  9. Biaya kerugian piutang tak tertagih : akun nominal bersaldo debet untuk mengakui biaya kerugian piutang dagang yang tak tertagih
  10. Harga Pokok Penjualan (HPP) : adalah akun bersaldo debet. Menggunakan periode periodik, harga pokok penjualan merupakan akun kliring untuk menentukan besarnya HPP.  

Pencatatan Transaksi Pembelian & Biaya Angkut Pembelian 


Pencatatan Transaksi Potongan Pembelian, Retur & Keringanan Pembelian, Dan Pembayaran Utang Dagang


Pencatatan Transaksi Penjualan Dan Pengakuan Biaya Pengiriman Penjualan 


Pencatatan Potongan Penjualan, Retur & Keringanan Penjualan, Dan Pelunasan Piutang Dagang


Siklus Akuntansi Akhir Perioda Pada Perusahaan Dagang


Aplikasi Pencatatan Transaksi Barang Dagang Selama Periode Berjalan 


Aplikasi Penyusunan Laporan Keuangan di Perusahaan Dagang


Penggunaan Neraca Lajur


 




Comments